"YAYASAN ALKAUTSAR"

LEMBAGA SOSIAL DAN DAKWAH ISLAM JAKARTA - INDONESIA

Showing posts with label Imam Mahdi. Show all posts
Showing posts with label Imam Mahdi. Show all posts

Agama-agama lain pun ada Imam Mahdi

Kalau kita beranggapan bahwa hanya di dalam agama Islam saja yang ada Imam Mahdi, maka eloklah kita berpikir sekali lagi. Asumsi tersebut tidak tepat sama sekali, dan lebih bersifat asumsi melulu. Seharusnya kita meninjau persoalan ini dengan lebih teliti dan seksama. Yang berbeda adalah dari segi nama, sikap, cara hidup, tujuan turunnya, masa turun dan tempat turunnya.

Jika dilihat dalam agama lain pula, ada juga konsep Imam Mahdi ini. Kebanyakan agama di dunia ini sangat menantikan kedatangan seorang sang penyelamat yang akan membebaskan mereka dari kezaliman, kesengsaraan dan penindasan. Selain Islam, agama-agama lain seperti Yahudi, Kristen, Majusi dan Hindu juga sangat menantikan kedatangan seseorang yang bakal muncul membawa keamanan dan keadilan kepada dunia.

Orang-orang Yahudi mazhab ortodoks percaya bahwa akan lahir Imam Mahdi dari kalangan mereka. Mereka percaya Imam Mahdi ini akan lahir dengan segala macam keramat dan kelebihan, akan mengembalikan mereka ke tanah tumpah asal mereka, Yerusalem, Bukit Tursina dan Palestina. Mereka ini disebut kaum Messianic yaitu kaum yang percaya akan tibanya sang Juruselamat. Kata Messianic itu sendiri datang dari kata Messiah, yaitu orang yang disebut 'Imam Mahdi' (menurut ajaran agama mereka).

Pernyataan tentang Imam Mahdi ada disebutkan dengan jelas sekali di dalam Taurat yang asli dan karena itulah hal ini sangat diyakini oleh orang-orang Yahudi, sebelum akhirnya kelompok Zionis melarang umatnya mempercayai hal-hal keramat sedemikian. Hal yang demikian juga juga dicatat di dalam sejarah orang-orang Yahudi zaman pertengahan dahulu.

Kepercayaan akan tibanya Messiah yang dinanti-nanti, yang membawa mereka kembali ke Palestina, memenangkan bangsa Yahudi atas semua bangsa di dunia, menghapus semua agama lain, penuh dengan kekeramatan yang sangat luar biasa dan sangat dikultuskan oleh mereka, akhirnya berhasil dihapus setelah ajaran sekular Zionis dipaksakan ke atas semua umat Yahudi mulai tahun 1890 Masehi.

Sejak itu, semua anggapan terhadap kehebatan Messiah yang dinanti-nantikan itu lenyap dan orang-orang Yahudi kembali ke 'alam nyata' dan berusaha sendiri membangun bangsa dan negara mereka tanpa perlu menunggu-nunggu dan mengharapkan kedatangan Messiah itu lagi. Orang-orang Yahudi setelah itu mulai meninggalkan khayalan keramat Imam Mahdi mereka dan hidup dalam dunia nyata mereka sampai ke hari ini.

Dalam Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian (Genesis) 18:20

"Dan untuk Ismail, Aku mendengar doanya; Sungguh, Aku akan memberkatinya dan menjadikannya mewah dan Aku akan kembang biakkan keturunannya, Dua Belas Raja akan dilahirkannya dan Aku akan jadikannya bangsa yang besar"

Sedangkan di dalam Perjanjian Lama yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, ada dituliskan satu ayat yang bunyinya (terjemahannya) kira-kira begini:

"... Dan Alah akan memunculkan para wali yang akan menjadi pemilik dunia ini dan menyelesaikannya selama-lamanya" (Mazmur 37, 10-37).

Selain kepercayaan yang demikian, untuk orang-orang Yahudi, karena mereka telah kehilangan tanah suci dan tanah asal mereka, lalu dijadikan budak oleh bangsa Kaldea dan Suryani pada zaman dahulu, mereka menjadikan salah seorang nabi mereka sebagai Mahdi yang akan muncul, yang bakal menyusun kembali bangsa Yahudi dan akan mengembalikan mereka ke tanah suci yang dijanjikan itu, pada masa depan.

Menurut kepercayaan itu, orang-orang Yahudi menganggap bahwa Nabi Elijah (Nabi Ilyas AS) telah diangkat ke langit oleh Tuhan, belum mati, dan akan diturunkan kembali ke dunia ini pada akhir zaman untuk menyelamatkan anak-anak Israel dari kesusahan dan kezaliman. Itulah Mahdi mereka. Menurut Islam, memang pun Nabi Ilyas AS belum mati, dan akan muncul kembali pada zaman Imam Mahdi tetapi bukan beliau yang menjadi Imam Mahdi. Ia hanyalah salah seorang pengikut Imam Mahdi, sebagai pembantu kanan Imam Mahdi.

Orang Kristen juga sangat yakin dengan konsep Imam Mahdi ini, yang konon akan lahir dari kalangan penganut agama mereka pula. Dan konsep kepercayaan ini lebih bersifat literal (dari mulut ke mulut) dan bukan merupakan satu kepercayaan yang diwajibkan mempercayainya. Apa yang jelas, Imam Mahdi yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah Nabi Isa As sendiri. Hasilnya, sebagian besar saja yang percaya, sedangkan sebagian yang lain tidak menyatakan kepercayaan mereka atau langsung tidak percaya.

Mereka juga, sebagian besar, percaya bahwa Nabi Isa AS pun akan turun ke dunia ini sekali lagi untuk mengamankan seluruh bumi ini. Maka tidak heran (sebagai hasilnya) jika di negeri Cina, ada orang Cina beragama Kristen yang mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi dan sekaligus jelmaan suci Nabi Isa AS. Beliau adalah Hung Hsiu-chuan, pemimpin Gerakan T'aiping pada tahun 1890 yang amat terkenal itu.

Nietzsche, seorang tokoh sastra terkenal di Jerman, juga mengaku dirinya Jesus, sekaligus sebagai sang penyelamat. Dia mengirim surat kepada raja-raja dan pembesar-pembesar yang mengandung tuduhan bahwa dirinya sebagai Jesus. Kondisi yang sama juga dilaporkan terjadi di Eropa Timur dan Amerika Utara. Malah di Amerika Latin juga, ada dilaporkan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi, sekaligus sebagai Yesus. Afrika sendiri tidak terkecuali karena baru-baru ini seorang pendeta bernama Maitreya turut mendakwa dirinya sebagai jelmaan kembali Jesus, dan sekaligus menjadi Imam Mahdi untuk umat Kristen.

Agama Hindu juga sangat yakin dengan kedatangan seorang Mahdi yang akan mengembangkan ajaran agama Hindunya ke seluruh dunia, pada akhir zaman kelak. Disebutkan gelarnya Mansur atau Maha Shiva atau nama sebenarnya Mahmat atau Ahmad. Selain itu ada beberapa nama lagi yang diberikan kepadanya, sebagai menunjukkan ketinggian kemuliaannya dan besar kedudukannya.

Dalam kitab "Veda" yaitu salah satu kitab suci dalam agama Hindu, tertulis suatu ayat yang terjemahannya kira-kira begini:

"Pada akhir (umur) dunia, setelah terjadi penyimpangan di muka bumi, (muncul) seorang pemimpin yang dipanggil Mansur. Dia akan menguasai seluruh dunia, dia amat dikenal oleh setiap orang baik yang beriman atau yang kafir, dan apa saja yang dipintanya, Tuhan akan tunaikan dia ".

Selain itu, para penganut Hindu juga percaya, berdasarkan keterangan kitab mereka bahwa Dewa Krisyna adalah seorang dewa jejaka yang bujang, tidak pernah menikah. Ia digambarkan sebagai seorang pemuda yang sedang disalib dengan ditebuk kedua tangan dan kedua kakinya. Pada tengah dadanya tergambar ulu hati manusia, sedangkan kepalanya pula memakai mahkota. Menurut kepercayaan mereka lagi, Dewa Krisyna itu akan turun kembali ke dunia ini pada akhir zaman untuk menyelamatkan manusia dan dunia ini dari segala bencana. Maknanya, selain Imam Mahdi, Dewa Krisyna juga akan turun membantu mengamankan dunia ini.

Umat ​​Buddha juga yakin dengan kedatangan Mahdi yang akan membersihkan dunia ini dari kekejaman, dan Mahdi itu disediakan dengan segala macam kuasa hebat dan ilmu sakti (keramat menurut Islam). Mahdi yang dimaksudkan itu disebut sebagai Shammaraja (Raja yang Sangat Adil). Nama asli dan tempat lahir Mahdi itu tidak dinyatakan dengan jelas. Tetapi mereka percaya, pada pengumuman para biksu mereka, zaman sekarang ini adalah zaman untuk Shammaraja itu memunculkan dirinya dan menyelamatkan dunia ini.

Mereka juga percaya bahwa Siddharta Gautama, pendiri agama Buddha itu, yang dikatakan datang dari kalangan bangsawan Sakra di negeri Kapilawastu (di Nepal sekarang) adalah dari kelahiran tunggal, dan akan turun kembali ke dunia ini pada akhir zaman kelak untuk membersihkan dunia dari kesengsaraan dan kekejaman . Tapi, konsep ini sebenarnya sama dengan kepercayaan penurunan semula Nabi Isa AS ke dunia ini seperti yang ada di dalam agama Kristen dan agama Islam.
Orang-orang Majusi aliran Mazda, yang menganut ajaran ciptaan Zarathustra (Zoroaster) yaitu kaum penyembah api suci, yang jumlahnya hari ini kira-kira setengah juta orang di Iran dan beberapa ribu lagi di India, juga yakin dengan konsep Imam Mahdi. Ajaran mereka menyatakan bahwa tiga orang penyelamat besar akan muncul, dimulai oleh Aushedar dan diikuti pula oleh Aushedar-mah. Yang terakhir keluar adalah seorang pria perkasa bernama Saoshyant / Shayoshant, yang berasal dari anak cucu Zoroaster, yang akan muncul dan menghancurkan ahriman, kekuasaan jahat, sekaligus membersihkan dunia ini dari kegelapan dan kesengsaraan. Dia memerintah dunia dengan adil dan saksama selama seribu tahun, mendirikan kerajaan Ahura Mazda yang sepenuhnya. Mereka tidak menyebutnya dengan sebutan Mahdi tetapi maksudnya sama dengan Mahdi bagi umat Islam. Dan dari ajaran Mazda inilah orang-orang Syiah menerapkan konsep Imam Mahdi mereka, karena meyakini Imam Mahdi Syiah itu akan memerintah dunia ini selama seribu tahun.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, kitab 'Yanaseb / Yasna' yang ditulis oleh salah seorang murid kanan Zoroaster yang mendirikan agama Majusi itu membuat penyataan yang terjemahannya berbunyi kira-kira:

"Dari jazirah tanah Arab, dari anak cucu Hasyim, seorang pria yang kepalanya besar, badannya besar dan berkaki besar akan muncul, lalu melanjutkan agama kakeknya dengan pasukan yang besar, datang ke Iran lalu memerintah dunia dan memenuhkan bumi ini dengan keadilan".

Demikianlah sekelumit pandangan dan penyataan tentang turunnya sang penyelamat bagi beberapa buah agama besar dunia, seperti yang kita dapati dari kitab-kitab suci agama masing ¬ masing. Semoga ilmu dan pemahaman kita akan bertambah setelah membaca keterangan ini. Cuma kita tidak harus peduli sangat tentang kepribadian sang penyelamat mereka itu, karena yang demikian tidaklah perlu diambil perhatian. Tidak perlu diulas benar atau tidaknya kepercayaan mereka ini, sebab kalau pangkalnya yakni akidahnya saja pun sudah sesat, maka ujung-ujungnya pastilah sesat juga. Mustahil pangkal yang sesat dapat menghasilkan hujung yang betul. Maka apa-apa jua keterangan dari mereka tidaklah dapat menambahkan apa-apa kepada kita dan tidak pula mampu mendatangkan apa-apa kesan buruk kepada kita.

Yang perlu ditekankan di sini adalah, begitulah terkenalnya sekali tokoh istimewa ini, sampai setiap bangsa, dari setiap agama, pada setiap tempat dan pada setiap zaman, ada saja dilaporkan orang yang mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi, atau orang lain mendakwakan bahwa si anu itu adalah Imam Mahdi. Malah, orang yang telah benar-benar mati pun tidak terlepas dari diklaim sebagai bakal Imam Mahdi! Yang peliknya, ramai pula yang terus percaya bulat-bulat, meskipun tidak ada persamaan antara individu yang didakwa itu dengan sifat-sifat Imam Mahdi seperti yang telah digariskan oleh hadits-hadits.


Ramalan Peramal-Peramal Terkemuka

Selain keterangan dari setiap agama besar di dunia ini, ada pula sekelompok peramal yang terkenal di dunia yang turut meramalkan kedatangan Imam Mahdi atau seorang pemimpin yang bertaraf dunia, yang akan turun untuk menjalankan pemerintahan yang sangat adil, pada zaman ini, pada abad ini, abad ini dan alaf ini. Memang memprediksi sesuatu ramalan adalah suatu perbuatan yang buruk, bisa mendatangkan dampak besar kepada akidah kita. Namun prediksi yang bertepatan maksudnya dengan pengumuman hadits-hadits, berita-berita dari asar para sahabat RA, kasyaf para wali dan firasat para mukmin tidak salah jika disebutkan, karena keterangan mereka ini sebenarnya membantu menjelaskan lagi maksud hadits-hadits, asar-asar, kasyaf -kasyaf dan firasat ¬ firasat itu. Hal ini sebenarnya tidak mempengaruhi iman kita jika cara dan tempatnya.

Sebagian mereka ini adalah peramal semata-mata, sedangkan sebagian lagi adalah orang ¬ orang besar untuk agama masing-masing, yang telah menerapkan standar kasyaf pula, yaitu menurut pandangan agama mereka.

Antara peramal internasional yang sangat terkenal pada hari ini adalah Michel de Nostredame atau Nostradamus, suatu nama yang hampir sudah tidak perlu diperkenalkan lagi, karena sudah begitu terkenalnya. Prediksi-prediksinya sudah umum tersebar dan bukan sedikit pula yang sudah menjadi kenyataan. Antara prediksinya yang sangat menggoncangkan dunia Barat adalah bahwa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropa.

Prediksinya bahwa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah berdasarkan ramalan beliau seperti berikut:

Di tahun 1999 dan tujuh months
dari sky wil come the great King of Terror.
He wil bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat, berdasarkan prediksi berikut:

Dari tiga water signs (seas) wil be born a man
who wil celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power wil grow
on land and sea, bringing trouble to the East.

Pemimpin tersebut akan memimpin pasukan yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menaklukkan Eropa, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.

One who the infernal gods of Hannibal
wil cause to be reborn, terror of al mankind
Never more horror nor the newspapers telp of worse in the past, then wil come to the Romans through Babel (Irak).

Pemimpin tersebut memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropa dengan memakai sorban biru, membawa hukum Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropa, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristen dan Yahudi.

This king wil enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shal cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He wil be the terror of mankind.
Never more horror.

Selain itu, Sami-sami Hindu di India turut meramalkan melalui prediksinya beberapa tahun lalu bahwa bakal Perdana Menteri Malaysia setelah ini bukan lagi dari kalangan orang politik. Diberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia pernah mengemukakan beberapa nama untuk ditenung sebagai bakal Perdana Menteri supaya dapat dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri. Semua nama yang dikemukakan itu ditolak karena diberitahu nama-nama mereka itu tidak ada dalam daftar sebagai pengganti Perdana Menteri. Sahih atau tidak berita ini, tidak dapat dipastikan.

Jelaslah bahwa orang yang bakal menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah ini tidak lagi dari kalangan orang-orang politik. Selain itu, seorang ulama besar di Malaysia telah baru-baru ini membuat pernyataan bahwa tokoh agama akan menjadi pemimpin Malaysia pada alaf baru ini. Kebetulan pula, Malaysia ini dikatakan sebagai pusat kebangkitan Islam kali kedua, pada akhir zaman, yaitu zaman kita ini. Jika dikaitkan kedua-dua penyataan ini, bagaikan ada kaitan yang erat antara keduanya.

Anak murid Wali Songo yang amat terkenal di Pulau Jawa, Sabdopalon, turut menyebutkan bahwa Imam Mahdi akan dibaiat oleh sembilan tokoh Wali Ghausul Alam yang dipimpin oleh seseorang dari Malaysia yang disebutkan sebagai Syaikh Malaya. Ia menyebutkan bahwa,

"Imam Mahdi datang dengan pakaian serba putih dibantu oleh Rijalu'lah Ghaib atau juga disebut Wali Ghosul'alam sembilan yang di antaranya adalah Seh Malaya yang turun di Tanah Arab."

Salah seorang Wali Songo yaitu Sunan Gunung Jati, turut membuat ramalan berdasarkan kasyaf dari Allah bahwa kebangkitan Islam kali kedua ini akan dipimpin oleh seorang tokoh yang memakai serban. Dia dikatakan sangat berpegang teguh pada sorban kanjeng (ekor serban) Nabi Muhammad SAW. Yang dimaksud dengan sorban kanjeng itu adalah pemimpin umat yang terakhir, sesuai dengan posisi ekor serban yang terletak di ujung sekali. Sorban kanjeng juga bermaksud mengikut benar-benar setiap sunnah yang diamalkan oleh baginda Rasulullah SAW semasa hayatnya dahulu.

Peramal dari Jawa yang disebut sebagai Pangeran Wijil, yang mengarang Kitab Rangka Jayabaya, turut membuat ramalan bahwa pemimpin yang dimaksudkan itu, lahir di Makkah, memakai serban yang berlambang bunga tujuh cabang, orangnya selalu kesandung kesampar. Dia tidak pernah diduga akan menjadi pemimpin umat manusia pada suatu hari nanti. Dikatakan lebih lanjut lagi bahwa sebelum raja baru ini muncul, akan terjadi huru-hara dan kerusuhan. Dan raja itulah yang akan menjadi orang tengah atau pengaman di antara pihak yang sedang bergaduh itu. Tanpa diduga-duga, orang ramai pun setuju melamar sebagai pemimpin mereka karena jasanya yang sangat besar itu dan kemampuannya yang menakjubkan itu.

Demikianlah sedikit lagi keistimewaan yang ada pada pribadi yang bergelar Imam Mahdi ini. Memang Imam Mahdi itu sungguh-sungguh adalah Orang Alah, orang yang dibesarkan karena memang orang besar Tuhan, besar namanya, besar kedudukannya, patut dibesarkan dan perlu disebut secara besar-besaran pula. Sambutan pada kemunculannya kelak, juga akan dilakukan secara penuh besar-besaran, amat meriah, penuh gembira, sepenuh-penuh kesyukuran, sesuai dengan kedudukannya sebagai orang besar Allah itu. Tidak ada sambutan yang lebih besar dan meriah selain sambutan terhadap kedatangannya ke dunia ini.

Dan, akibat dari kepercayaan kepada munculnya Imam Mahdi yang sangat istimewa inilah, muncul dari waktu ke waktu orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu itu. Mereka ini langsung tidak merasa malu dengan tuduhan kosong mereka itu. Setelah beberapa lama waktu berlalu, ternyata pula dakwaan mereka itu adalah palsu dan tujuan mereka di sebalik dakwaan itu terbongkar. Biasanya, mereka langsung tidak berhasil mendirikan pemerintah Mahdiyahnya, malah gagal pula mengubah keadaan masyarakat setempatnya kepada yang lebih baik, sedangkan yang demikian itu wajib berlaku karena telah disebutkan oleh hadits-hadits.

Persoalan Imam Mahdi Adalah Persoalan Sejagat

Masalah Imam Mahdi adalah masalah yang sangat rumit dan sulit pula untuk diuraikan dengan tepat, jika dilihat dari segi ilmu sosiologi modern, ilmu hadits, ilmu sejarah dan ilmu tauhid. Ada berbagai tanggapan dan tafsiran yang dapat dirumuskan dari setiap pengakuan yang dibuat oleh para ulama dan sarjana.

Masalah ini adalah masalah yang paling kontroversial di kalangan umat Islam sejak dahulu sampai sekarang. Masalah Imam Mahdi ini bisa juga dikatakan sebagai masalah universal, yang melibatkan semua agama di dunia, apakah agama samawi atau wasni. Sebabnya, Imam Mahdi itu adalah pemimpin global, pemimpin untuk seluruh manusia, bukan sekedar pemimpin umat Islam atau sekelompok manusia saja.

Sejak dari zaman tabiin dan tabiit tabiin lagi, masalah Imam Mahdi sudah muncul dan ini menyebabkan banyak pihak mencoba mengambil peluang ini untuk menonj olkan diri dan keluarganya, bahkan tanah airnya kepada masyarakat umum dengan pengakuan sebagai Imam Mahdi yang ditunggu ¬ tunggu itu. Ini adalah berdasarkan beberapa riwayat yang dapat dikutip dari para tabiin lagi. Salah satunya adalah seperti berikut.

Khalid bin Samir RH berkata,

"Musa bin Thalhah bin Ubaidilah lari dari (kejaran tentara) Al-Mukhtar ke Kota Basrah karena penduduknya percaya bahwa dia adalah Imam Mahdi."

Riwayat di atas menunjukkan dengan jelas memang masalah Imam Mahdi sudah dikatakan sejak dari zaman tabiin lagi, dan tidak heran jika ia terus diperkatakan sehingga kini.

Sementelahan pula, orang banyak memang diakui sepanjang zaman sebagai tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Imam Mahdi, meskipun diakui pula bahwa mereka cukup berminat dengan nama besar itu. Hal ini dikarenakan periwayatan tentang Imam Mahdi jarang atau tidak dilakukan secara terbuka dan terus terang karena ditakuti ada side efect dari pihak pemerintah pada zaman masing-masing terhadap diri mereka.

Jika didasarkan masalah ini secara umum, terdapat dua kelompok utama di kalangan umat Islam. Golongan pertama adalah kaum yang amat yakin akan kemunculan Imam Mahdi sehingga sebagiannya jadi berlebih-lebihan pula keyakinan mereka itu, pada hal itu tidaklah dituntut, melainkan jika ada bukti yang sahih, Kabar yang yakin dan sumber yang hak. Akibatnya mereka jadi tersalah dan sesat. Kedua, adalah golongan yang langsung tidak mau percaya akan kemunculan Imam Mahdi sehingga memandang ringan masalah ini seringan-ringannya. Akibatnya, mereka kehilangan satu ilmu yang sangat berguna pada masa ini, masa umat Islam sedang begitu lemah akibat ditekan-tekan oleh pihak musuh dari semua arah. Deskripsi lanjut tentang itu pada pada bagian ¬ bagian berikut nanti.
Memang diakui bahwa Imam Mahdi adalah harapan terakhir, batas terakhir dan benteng terakhir umat Islam. Beliaulah sebenarnya sumber agama dan penaik semangat umat Islam untuk melanjutkan hidup dalam tekanan yang maha hebat oleh pihak musuh pada zaman ini. Nama Imam Mahdi itu sendiri pun sudah menjadi 'bara yang terpendam' di dalam lubuk hati setiap umat Islam yang sedang gigih berjuang menegakkan kalimah Allah di atas muka bumi ini.

Jika kita melihat berdasarkan sejarah umum di kalangan umat Islam, sudah ada lebih tiga ribu pribadi di seluruh dunia yang telah mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi sejak pertengahan tahun 200 Hijrah lagi sehinggalah ke hari ini. Sebagian pula dinyatakan orang lain sebagai Imam Mahdi, sedangkan dia tidak pernah mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi. Ini sebenarnya melibatkan semua mazhab dalam Ilmu Tauhid seperti Ahlus Sunnah wal Jamaah, Syiah, Khawarij dan lain-lain lagi.

Pada setiap tahun, ada saja terdengar berita bahwa si anu mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi dan berbasis di sekian sekian tempat. Pengikutnya pula memakai tanda-tanda atau pakaian tertentu, dengan slogan-slogan tertentu dan dengan tujuan yang tertentu pula. Ada yang radikal, ada yang sederhana radikal dan ada yang terus-menerus bergerak secara sembunyi-sembunyi, tanpa menampakkan sebarang tanda.

Pergerakan kelompok mereka sangat rahasia, tidak diketahui oleh orang luar. Mereka memiliki buku-buku referensi sendiri yang isinya amat pelik dan tidak ada kena-mengena dengan syariat, yang tidak bisa dibacakan kepada orang banyak secara terbuka. Praktek yang mereka lakukan juga jauh menyalahi amalan yang lazim ada di dalam syariat kita. Fatwa-fatwa mereka amat pelik dan tidak sesuai dituruti oleh orang banyak secara bebas, dibuat oleh ketua mereka dan hanya sesuai untuk penggunaan internal saja.

Kita seharusnya mengakui bahwa yang benar tetap benar, sedangkan yang salah itu tetaplah salahnya. Tidak bisa yang benar itu disalah-salahkan dan yang salah itu sedaya upaya mencoba juga diizinkan, meskipun tidak bisa dan tidak mungkin dapat dibenarkan. Maka ikhtilaf atau kontroversi di sekitar persoalan Imam Mahdi ini amatlah membutuhkan penjelasan yang tidak berat sebelah, tidak dipengaruhi oleh apapun sentimen dan sikap taksub, supaya kekeliruan yang menyelubunginya selama ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak lagi berlarutan.

Demikianlah universalitasnya isu Imam Mahdi ini. Isu ini adalah isu yang cukup tersembunyi, sangat misterius dan sangat luas dikatakan. Isu ini memang cukup tersembunyi tetapi cukup membara, panas sepanjang waktu, sejak dari dahulu lagi hingga hari ini. Isu Imam Mahdi ini cukup menarik sehingga setiap bangsa, setiap agama, setiap waktu dan setiap tempat di bumi ada memiliki Imam Mahdinya sendiri.

suatu hal yang tidak terbatas pada sesuatu perbatasan negara saja karena hampir setiap negara di dunia ini memiliki Imam Mahdi mereka sendiri. Tidak terbatas pada sesuatu perbatasan saja karena pada setiap zaman itu ada Imam Mahdinya sendiri apakah benar atau palsu. Tidak terbatas juga pada sesuatu bangsa saja karena semua bangsa memiliki Imam Mahdi mereka sendiri sama ada benar atau palsu. Tidak juga terbatas pada sesuatu perbatasan agama saja karena hampir setiap agama ada memiliki Imam Mahdi mereka sendiri. Hanya nama, sifat dan gelarnya saja yang berbeda. Dan yang paling menarik adalah, setiap hati yang beriman pasti mau tidak mau amat mengharapkan kedatangan seorang Juruselamat yang bakal menyelamatkan mereka dari terus karam dan tenggelam dalam berbagai cobaan dan dugaan saat, yang ternyata amat melemaskan hati beriman mereka.

Jenis-jenis al-Mahdi

Berdasarkan uraian dan keterangan ulama terdahulu, ada beberapa jenis al-Mahdi. Jika digabungkan semua pendapat dan argumen para ulama sejak zaman ke zaman, maka didapatlah beberapa jenis Mahdi. Berikut ini adalah beberapa jenis Mahdi dan uraiannya secara serba ringkas.

1. Mahdi dalam hal kebaikan, yaitu Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Maka tidaklah salah jika kita menempatkan seseorang sebagai Imam Mahdi karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz sendiri digelar orang sebagai Imam Mahdi, selagi yang dimaksudkan itu bukan Imam Mahdi yang sebenarnya. Tidak bisa kita menghukum sesat kepada seseorang yang mengklaim orang lain sebagai Imam Mahdi, selagi yang didakwa itu bukan berarti Imam Mahdi sebenarnya. Jika gelar Mahdi itu salah jika diberikan kepada seseorang, tentulah para tabiin menjadi orang pertama yang menentangnya dengan sekeras-kerasmya. Mereka jugalah yang pertama yang akan menghukum si pendakwa itu sebagai sesat, syirik dan membahayakan akidah.

2. Mahdi dalam hal peperangan yaitu orang yang selalu bergelimang dalam perang fi sabilillah. Dalam kasus ini, Mahdi yang dimaksudkan adalah sekelompok orang, yaitu orang ¬ orang yang istiqamah dalam urusan perjuangan mereka itu, demi vertikal dan meninggikan kalimat Allah di atas muka bumi ini.

3. Mahdi dalam hal agama yaitu Isa bin Maryam AS. Beliau adalah orang yang sempurna Mahdinya yaitu tidak pernah melakukan dosa dan maksiat, yang bersifat dengan maksum, karena beliau adalah seorang nabi dan rasul, bahkan rasul yang Ulul 'Azmi. Maka karena itulah ia dianggap sebagai Imam Mahdi yang sempurna agamanya. Pemerintahannya atas seluruh dunia setelah kemangkatan Imam Mahdi adalah suatu yang pasti karena sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW sendiri.

4. Mahdi dalam hal pemerintahan yaitu Khulafa ur-Rasyidin yang berempat. Mereka dikatakan khalifah 'yang mendapat petunjuk' dalam pemerintahan mereka. Dan penggunaan istilah 'yang mendapat petunjuk' itu berarti bahwa mereka juga adalah al-Mahdi untuk umat ini, dan jumlah al-Mahdi ini adalah empat orang seperti yang lazim diketahui umum.

5. Imam al-Mahdi yang Muntazar, hanya seorang saja yaitu Muhammad bin Abdullah, Ahlulbait AS. Inilah al-Mahdi yang sebenarnya, yang telah menimbulkan terlalu banyak kontroversi, suatu jabatan yang cukup diminati oleh sekian banyak orang, yang dibuktikan dengan terlalu banyaknya dakwaan sebagai Imam Mahdi. Namun satu hal yang pasti adalah, al-Mahdi yang sebenarnya tetaplah Imam Mahdi, sedangkan yang palsu tetap akan lenyap. Ini sesuai dengan firman Allah SWT, "Bila datang yang hak, yang batil pasti akan sirna ..."

6. Mahdi palsu yang selalu muncul di sana-sini dari waktu ke waktu. Inilah al-Mahdi palsu, yaitu golongan yang mencoba mengambil kesempatan pada kebodohan dan kelemahan umat Islam untuk tujuan pribadi. Namun yang batil tetaplah batil, akhirnya pasti akan lenyap ditelan zaman, lenyap bersama-sama dengan lenyapnya si pendakwa dirinya Imam Mahdi itu.

7. Mahdi di kalangan para aulia Alah. Mereka ini adalah wali-wali besar pada zaman mereka dan menjadi pemerintah untuk sekalian wali pada zaman masing-masing. Mereka ini adalah para Wali Qutub dan Wali Ghaus, yang memiliki peranan yang cukup besar dalam Wilayah Auliya. Peranan mereka tidak begitu terdeteksi oleh publik, tetapi cukup dirasakan oleh kalangan wali-wali dan para solihin.

8. Mahdi yang diambil berkat yaitu orang yang menggunakan gelar al-Mahdi pada hujung namanya, bukan sebagai tokoh yang khusus. Oleh karena Mahdi itu bermaksud orang yang mendapat petunjuk, maka beberapa orang pemerintah juga menggunakan gelar al-Mahdi, dengan tujuan mengambil berkat dari pribadi sebenarnya yang digelar al-Mahdi itu. Orang Melayu menamakan anak mereka dengan Mahadi, sebagai mengambil berkat tersebut.

Deskripsi Bagi Istilah MAHDI

Di dalam tulisan ini, penulis pada awalnya, sebenarnya tidaklah begitu berhajat untuk menguraikan secara lengkap akan maksud dan pengertian untuk istilah al-Mahdi itu. Para sarjana dan cendekiawan Islam di seluruh dunia telah menguraikan secara panjang lebar akan maksud kalimat Mahdi. Malah ada yang menulis risalah yang hanya menyebutkan asal-usul dan maksud kata Mahdi itu saja.


Begitulah mendalam dan halusnya penelitian mereka terhadap soal istilah ini. Berdasarkan itu, penulis merasa tidak perlu menjelaskan maksud kata Mahdi tersebut.

Namun, terasa pula kekurangan yang nyata pada tulisan ini, karena para cendekiawan hari ini pasti tidak akan puas jika maksud istilah Mahdi itu tidak dijelaskan, biar pun berupa uraian pendek. Sebenarnya untuk penulis, uraian istilah tidaklah sepenting mana karena asal-usul penggunaan sesuatu istilah itu tidak membawa apa-apa kesan, melainkan jika istilah itu membawa makna sesuatu yang buruk. Selagi sesuatu istilah itu disetujui syariah, harus saja kita menggunakannya. Tidak perlu mengkajinya secara mendalam dan disusur secara halus.

Kata Mahdi yang digunakan oleh orang-orang Melayu pada hari ini, berasal dari bahasa Arab jati, dipinjam oleh orang-orang Melayu dengan sedikit perubahan bunyi, yaitu Mahadi. Secara khusus di dalam bahasa Melayu, Mahadi atau Mahdi adalah merujuk kepada suatu jabatan yang sangat mulia, yang akan muncul di akhir zaman, membangun Islam dan meninggikannya di atas agama-agama lain. Biasanya orang-orang Melayu menyebutnya sebagai Imam Mahadi, sebagai suatu penghormatan kepada beliau. Malah ada orang Melayu menyebutnya sebagai beliau, merujuk kepada ketinggian keturunannya. Ada juga ulama yang menggunakan isim muannas, yaitu dengan menyebutnya Mahdiah, atau pengikut Mahdiah.

Sehubungan itu, untuk mengambil berkat dari gelar al-Mahdi itu, ramailah orang Melayu di Nusantara ini sejak dulu, menamakan anak mereka dengan nama Mahadi, baik secara tunggal atau ditambah nama lain di depan atau belakangnya. Misalnya Mahadi bin Abdullah. Yang ditambahkan namanya seperti Puteh Mahadi bin Puteh Ramli dan sebagainya. Yang dua di atas adalah sekedar contoh saja, bukan sebenarnya.

Namun, orang-orang Melayu pada hari ini sudah kurang menghormati Imam Mahdi, karena para sarjana dan cendekiawan Islam-Melayu hanya menyebutkan beliau sebagai Mahdi atau al-Mahdi saja, tidak seperti yang lazim dilakukan oleh orang-orang Melayu zaman dahulu, yang memanggilnya Imam Mahadi untuk menghormati kepadanya. Dan dalam tulisan ini, penulis sendiri pun ikut banyak menggunakan istilah Mahdi atau al-Mahdi saja, untuk menghemat ruang, bukan karena terpengaruh dengan sebutan para cendekiawan tadi.

Menurut bahasa Arab pula, istilah al-Mahdi atau Mahdi berarti 'orang yang mendapat petunjuk'. Dari segi istilahnya pula, petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk dari Allah, yaitu sama dengan petunjuk yang pernah diterima oleh keempat orang Khalifah Rasulullah dahulu. Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk untuk membawa seluruh manusia kepada Allah, petunjuk dalam kepemimpinan mereka dan petunjuk khusus untuk diri mereka, yang tidak didapat oleh setiap-barang orang, pada setiap-barang masa dan di segala-barang tempat saja.

Mereka menjadi rute untuk orang banyak mendapatkan Tuhan mereka, sehingga mereka menjadikan Allah SWT itu penuh di segenap ruang hati mereka, selalu basah di ujung lidah mereka, selalu bergerak di setiap suku anggota tubuh mereka, selalu turun dan naik bersama-sama seluruh dan naiknya nafas mereka, selalu hidup bersama-sama roh mereka dan selalu mencahayai akal pikiran mereka. Tuhan itulah cinta kasih mereka, cinta agung mereka, bahkan segalagalanya Tuhanlah yang dihadapkan, berikutnya menjadi mereka bangsa yang tinggi imannya, tinggi takwanya, tinggi amalannya, tinggi agamanya dan tinggi sebutannya. Hal-hal inilah yang harus diperjuangkan kembali oleh kita, agar kita mendapatkannya kembali, suatu permata paling berharga yang telah sekian lama hilang dari dalam diri kita. Tenggelam ditelan oleh lubuk lumpur jahiliyah kali kedua yang lebih dikenal oleh kita sebagai jahiliyah modern.

Juga dimaksudkan bahwa siapa yang menurut sungguh-sungguh Imam Mahdi itu setelah munculnya kelak, akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT kepadanya dalam urusan agamanya,
akhiratnya dan dunianya. Dan orang yang tidak mau menurut Imam Mahdi itu, nyata dilihat oleh mata kasar, tidak akan mendapat petunjuk dari Allah.

Maksud-maksud yang seni dan mendalam inilah yang masih terselimut kokoh dari pengetahuan para sarjana dan cendekiawan Islam, dan jika mereka tahu pun, tidak dapat diselesaikan atau diketemukan lagi. Demikianlah sedikit uraian tentang istilah Mahdi itu sendiri, dari persepsi dua bahasa dan dua bangsa, yang menguasai dunia dan memperjuangkan Islam pada dua zaman. Itulah bahasa Melayu dan bahasa Arab, bangsa Melayu dan bangsa Arab, yang menguasai dunia pada awal abad Hijrah dan pada akhir abad Hijrah, mereka jugalah yang gigih memperjuangkan Islam di awal abad Hijrah dan akhir abad Hijrah.

Dan seperti dimaklumi, al-Mahdi itu adalah gelarnya, bukan namanya. Namanya yang sebenarnya adalah Muhammad bin Abdullah. Namanya di langit adalah Ahmad. Sebab-sebab beliau disebut al-Mahdi itu adalah karena Rasulullah SAW sendiri yang menyebut beliau dengan panggilan al-Mahdi. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW harus menghormatinya dengan memanggilnya Imam Mahdi. Rasulullah SAW bisa memanggilnya Mahdi saja karena Imam Mahdi itu adalah anak cucunya, sedangkan kita adalah pengikut dan umatnya saja. Selain itu, beliau adalah seorang yang bertaraf rasul, sedangkan Imam Mahdi itu hanyalah seorang yang bertaraf wali saja. Layaklah beliau memanggilnya Mahdi saja. Beliau juga adalah rasul kita semua, dan Imam Mahdi itu adalah salah seorang umat beliau SAW sendiri.

Dikarenakan itu pula, layaklah pula kita memanggilnya Imam, sebagai tanda kita sangat mengasihi dan menghormatinya. Hal ini sebenarnya telah disetujui oleh sekalian ulama, karena menurut mereka, gelar al-Mahdi itu adalah suatu gelar yang bersifat syar'i. Ulama hadis telah menyaring semua riwayat tentang sampai nyatalah kebenarannya. Demikian diuraikan akan katakata Al-Allamah al-Muhaddis as-Sayid Ahmad al-Ghumari.

Selain itu, ada dua buah asar sahabat RA yang menjelaskan sebab-sebab beliau dinamakan al-Mahdi. Ashar pertama datang dari riwayat Imam Amrud Dani al-Hafiz, dalam Sunannya. Ia mengambil riwayat dari Abdulah bin Syauzab, yang katanya, sebab beliau dinamakan dengan al-Mahdi adalah karena dinisbahkan kepada sebuah gunung di Syam, tempat lembaran-lembaran Taurat yang asli akan dikeluarkan kembali yang akan membuktikan kesesatan kaum Yahudi sampai mereka mengakui dan memeluk agama Islam. Maknanya, Imam Mahdi itu dapat membawa petunjuk kepada banyak kaum Yahudi yang amat kokoh dibelenggu oleh kesesatan itu.

Riwayat kedua adalah asar yang datang dari Kaab bin Alqamah yang berkata, sebab beliau disebut al-Mahdi karena ia memberi petunjuk dalam hal-hal yang tidak jelas atau tidak nyata. Ia juga akan mengeluarkan peti yang berisi lembaran-lembaran Taurat dan lain-lain. Riwayat ini telah dikeluarkan oleh Imam Nuaim bin Hamad dalam kitabnya, Al-Fitan. Singkatnya, Imam Mahdi adalah orang yang dapat memberi petunjuk dalam hal-hal yang selama ini tidak jelas atau tidak nyata, sampai nyatalah hukumnya dan rahasia-rahasianya kepada sekalian umat Islam dan juga orang-orang bukan Islam, termasuk orang-orang Yahudi.

Selain itu, istilah al-mahdi di dalam bahasa Arab juga berarti buaian. Ini adalah istilah yang umum digunakan oleh orang Arab, bahkan ada beberapa buah hadits yang menggunakan istilah almahdi dengan arti buaian. Misalnya sebuah hadits dhaif yang selalu kita dengar yang menyatakan kewajiban menuntut ilmu sejak dari dalam buaian sampai ke liang lahat.

Para pengikut Imam Mahdi disebut Mahdiyyin atau Mahdiyyun, yang artinya kaum Mahdi atau pengikut Imam Mahdi. Istilah ini masih belum digunakan secara umum lagi pada hari ini karena para pengikut Imam Mahdi masih belum dapat ditentukan batang tubuhnya oleh orang banyak. Juga karena Imam Mahdinya sendiri pun masih belum keluar ke dunia ini, maka pengikutnya pun masih belum ditentukan lagi. Yang pasti, pengikut Imam Mahdi ini bukanlah orang yang biasa, bahkan merupakan orang-orang yang sangat istimewa pada zamannya dan amat terpilih di antara yang amat terpilih.

Istilah Mahdiyyin atau Mahdiyyun juga digunakan untuk kelompok atau golongan yang mempercayai konsep Imam Mahdi, atau menerima hadis-hadis tentang Imam Mahdi dengan penuh yakin di dalam hati. Golongan ini adalah mayoritas masyarakat Islam sejak dahulu sampai ke hari ini, didahului oleh para ulama muktabar yang bertaraf mujaddid dan mujtahid, mendapat derajat wali-wali besar dan utama di kalangan umat ini.

Popular Posts